Wednesday, 17 July 2013

Medali Perak...


Jiwamu ada...
di setiap sudut kamar ini...
Dan aku tetap termenung tak penat menunggumu...

Hadirmu ada...
tetap di setiap sudut kamar ini...
Dan aku masih terhenyak tak kuasa meraihmu...

Hanya satu pintaku...
Sambutlah aku...
Di ujung penantianku yang fana...


*Happy Anniversary - 25 years - July 17, 1988-2013*

Andai kau hadir di sini, saat ini, akan kulabuhkan semua kepenatan yang ada... akan kutebarkan kebahagiaanku yang membuncah setiap kali menatap wajah-wajah innocent anak-anak kita saat mereka tidur... kuatkanlah aku untuk tetap tegar mengantarkan mereka yang kini telah beranjak dewasa... yang kemudian satu demi satu akan meninggalkanku, membangun mahligai kehidupan baru... 
Andai kau dapat menemaniku sepanjang hidupku... berilah kehangatan pada jiwa yang rapuh ini... untuk meraih maghfirah Allah, agar dapat berjumpa dengan mu... I love you mas Yo... I do love you...
 

Sunday, 14 July 2013

You'll See...


You think that I can't live without your love...You'll see...
You think I can't go on another day...
You think I have nothing; Without you by my side...
You'll see... Somehow, some way...

You think that I can never laugh again... You'll see...
You think that you destroyed my faith in love...
You think after all you've done; I'll never find my way back home...
You'll see... Somehow, someday...

All by myself... I don't need anyone at all
I know I'll survive... I know I'll stay alive
All on my own... I don't need anyone this time
It will be mine... No one can take it from me
You'll see...

You think that you are strong, but you are weak... You'll see...
It takes more strength to cry, admit defeat...
I have truth on my side; You only have deceit...
You'll see... somehow, someday...

All by myself... I don't need anyone at all
I know I'll survive... I know I'll stay alive
I'll stand on my own... I won't need anyone this time
It will be mine... No one can take it from me
You'll see...

You'll see, you'll see
You'll see, mmmm, mmmm


*Cukuplah keberadaan aku dan Allah* 
*Hanya pada-Mu aku berserah, tunduk dan berlindung... Dzat yang Maha Perkasa dan Penyayang... Tiada Allah selain Engkau, ya Habibi*
*Hening di Tengah Keramaian*

Renungan Ramadan 1434 H (4)................. *Rahasia Bersabar di Balik Musibah*


Tidaklah sekali-kali Allah mengambil sesuatu dari hamba-Nya. Bahkan sebenarnya, Allah akan menggantinya bagi si hamba dengan yang lebih baik jika bersabar dan berharap pahala dari-Nya.

Allah SWT berfiriman dalam sebuah Hadis Qudsi, “Barang siapa yang Kuambil kedua anggota tubuh kesayangannya (yakni kedua matanya), lalu ia bersabar, niscaya Aku masukkan dia ke dalam surga sebagai ganti keduanya. Barang siapa yang Aku cabut nyawa buah hati-Nya dari kalangan penduduk dunia, kemudian ia berharap pahala (dari-Ku), niscaya Aku berikan surga kepadanya sebagai ganti-Nya.”

Jadi, janganlah meratapi musibah yang menimpa diri. Sesungguhnya Allah tengah mempersiapkan surga baginya. Pahala dan ganti yang besar telah menantinya jika ia lulus dalam ‘ujian’ kehidupan.

Sesungguhnya para wali Allah adalah orang yang paling banyak mengalami musibah dan cobaan. Mereka menjadi pusat perhatian kelak di surga Firdaus, karena dikatakan kepada mereka,



“Kesejahteraan dan kebahagiaan bagi kalian, karena kalian telah bersabar dalam menaati Allah dan menerima cobaan-Nya. Surga adalah sebaik-baik tempat kesudahan.” (QS. Ar-Ra'd:24).

Suatu musibah yang dihadapi dengan kesabaran akan mempunyai dua hasil. Pahalanya di akhirat nanti dan gantinya di dunia dengan yang lebih baik.


 “Mereka itulah orang-orang yang mendapat ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah:157).

Selamat buat orang-orang yang mengalami musibah dan bencana, karena mereka akan mendapatkan berita gembira ini. Sesungguhnya usia dunia ini sangat pendek dan kekayaan yang ada padanya tiada harganya, sedang pahala di akhirat lebih baik dan lebih kekal.

Jadi,  siapa yang mendapat musibah di negeri dunia ini, maka ia akan beroleh kecukupan di akhirat sana. Barang siapa yang mengalami kelelahan di dunia (karena melaksanakan ketaatan atau mendapat musibah), maka ia akan beroleh kerehatan di sana.

Adapun orang-orang yang menggantungkan dirinya dengan dunia, merindukannya, dan merasa tenang dengannya, maka hal terberat yang dirasakan oleh hati mereka adalah bila tidak mendapatkan bagian darinya dan tidak mendapatkan kesenangannya.

Demikian itu karena mereka hanya menginginkan dunia semata. Oleh sebab itu, terasa beratlah bagi mereka setiap musibah dan bencana yang menimpa diri mereka di dalamnya, sebab mereka hanya memandang ke bawah telapak kaki mereka, dan mereka tidak mau melihat, kecuali hanya ke arah dunia yang fana, murah, dan tiada harganya.

Wahai orang-orang yang mengalami musibah, sebenarnya tiada sesuatu pun yang hilang dari kalian, bahkan sebenarnya kalian adalah orang-orang yang beroleh keuntungan. Sesungguhnya musibah yang dikirimkan kepada kalian itu mengandung berita yang mewartakan akan adanya kelembutan, kasih sayang, pahala, dan pilihan yang terbaik bagi kalian.

Sesungguhnya sudah menjadi keharusan bagi orang yang tertimpa musibah untuk bersikap tabah dan sabar agar kelak ia dapat melihat keuntungan yang akan diperolehnya di kemudian hari. Anggaplah musibah yang menimpa sebagai rahmat sekalipun terlihat menderita karenanya.


 Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat (surga) dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa (neraka)." (QS. Al-Hadiid: 13)

Ketahuilah bahwa pahala yang ada di sisi Allah itu lebih baik, lebih kekal, lebih menyenangkan, lebih nikmat, lebih mulia, dan lebih tinggi.


(REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Hannan Putra)
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/03/18/mjux3y-inilah-rahasia-bersabar-di-balik-musibah

Friday, 12 July 2013

Renungan Ramadan 1434 H (3)................. *The art of bad news delivery*


"Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran" merupakan salah satu area kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter, sebagai bagian dari kemampuan dalam ranah "Komunikasi Efektif"... Dalam Kurikulum Pendidikan Dokter FK UGM 2012, materi ini mulai diberikan sejak mahasiswa masuk tahun ke dua... It is not an easy task, but we have to face it, almost everyday in our daily life... sedikit demi sedikit, kasus demi kasus yang ditemui merupakan pembelajaran yang sangat bermakna dalam meningkatkan kemampuan ini..But... when it comes to your own family... it is really tough...

Alhamdulillah... I did it this morning... I've delivered the bad news to my beloved children...Maafkan ibu yang telah sekian lama diam membisu atas apa yang terjadi; dan terima kasih atas pengertian dan kesabaran kalian selama ini... Ibu sangat appreciate bahwa kalian hanya diam saja, dan tidak bertanya apa yang terjadi walau semuanya jelas di depan mata... Ibu tahu ini semua karena kalian percaya ibu dapat menyelesaikan semua ini dengan baik... Thank you my beloved ones...

Ibu kagum kalian telah melaksanakan sebagian dari apa yang diwejangkan YangKung dan Bapak mengenai kehidupan... Apa yang harus kamu tahu, pasti orang lain akan memberitahu; Apa yang orang lain harus tahu, sebaiknya kamu beritahu; Tetapi jangan suka ingin tahu urusan orang lain... Mbok menowo luwih becik kowe ora ngerti, tinimbang kowe ngerti... Subhanallah... ini adalah salah satu bentuk trust dalam berhubungan sosial, baik dlm keluarga antara kakak-adik-orangtua, maupun hubungan antara suami dan istri... atau bahkan dalam bersosial di masyarakat, sesama teman sekolah, teman bermain dan di tempat kerja... we trust each other... dan jangan sekali-kali lengah atas kepercayaan yang telah diberikan orang kepada kita... Insya Allah, semuanya akan dimudahkan... Aamiin YRA...

Bismillah... masa lalu biarlah punya masa lalu, masa kini merupakan hadiah dari Allah untuk selalu kita syukuri... masa depan merupakan sesuatu yang harus kita raih dengan suka cita, karena kita percaya Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita...

Love you so much sweetheart... Maafkan ibu...

*Tak terasa airmata mengalir dengan deras... terima kasih ya Allah, atas nikmatMu yang tiada henti ini... terimakasih telah kau hadirkan anak-anak yang terus menguatkanku untuk dapat melangkah dengan tegar... Bimbinglah kami agar selalu masuk dalam golongan orang yang dirindukan oleh surgaMu... Aamiin YRA*


Wednesday, 10 July 2013

Renungan Ramadan 1434 H (2)................. *Rumahku Surgaku*


Perbincangan antara ibu, anak dan menantu sore tadi membuat aku ingin menulis tentang dunia rumah tangga yang mungkin masih jauh dari anganku saat ini... tapi dengan tidak  mengurangi rasa hormat pada siapapun yang membaca tulisan ini... aku ingin sharing yang apa yang aku peroleh dari obrolan ringan menjelang iftar sore tadi... hmmm... Bismillahirrahmirrahiim...

Untuk membangun rumah tangga yang harmonis diperlukan dua orang, yaitu pasangan suami istri; tetapi untuk meruntuhkannya hanya diperlukan satu orang saja... *Subhanallah, Maha Suci Engkau ya Allah*... sebab itu perlu disikapi dengan arif, bahwa tugas dan kewajiban suami merupakan hak istri, dan sebaliknya, tugas dan kewajiban istri adalah hak suami... Salah satu yang menjadi hak keduanya adalah menjaga rahasia diantara mereka berdua...Hendaknya seorang suami/istri menjaga rahasia keluarganya dengan tidak menceritakan hubungan pasutri-nya kepada orang lain..

 Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ مِنْ أشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ القِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى الْمَرْأةِ وتُفْضِي إِلَيْهِ ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا
“Sesungguhnya sebesar-besarnya marah di sisi Allah pada hari kiamat ialah seorang lelaki yang menerangkan rahasia kepada istrinya dan begitupula istri kepada suami, kemudian (suami/istri) menyiar-nyiarkan rahasia itu.” (HR. Muslim)

Dalam kehidupan ber-rumah tangga, masalah akan datang silih berganti. Alpa dan amarah sering kali tidak terkendali, namun seyogyanya janganlah kita mempermalukan pasangan kita di depan orang lain. Boleh jadi mungkin kita yang salah dalam menginterpretasikan apa yang selama ini terjadi, dan mungkin orang yang kita ceritakan ternyata lebih baik di muka Allah... Wallahu alam... 

Allahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika, war hamnii innaka anta ghafuurur rahiim... Yaa Allah, seseungguhnya aku telah banyak menzhalimi diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan di sisi-Mu, berikanlah aku rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang... (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ya Allah jadikanlah rumahku adalah surgaku... tempat beribadah terindah... mengais rahmat-Mu... Aamiin YRA...

*Kala duduk hening di sudut peraduan rinduku pada-Mu di sepertiga malam terakhir, 2 Ramadan 1434 H*
 

Tuesday, 9 July 2013

Renungan Ramadan 1434 H (1)................. *Hanya Takut Kepada Allah SWT*




QS Al-Baqarah 40: Hai Bani Israil [*], ingatlah akan ni'mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku [**], niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

[*] Israil adalah sebutan bagi Nabi Ya'qub. Bani Israil adalah turunan Nabi Ya'qub; sekarang terkenal dengan bangsa Yahudi.
[**] Janji Bani Israil kepada Tuhan ialah: bahwa mereka akan menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, serta beriman kepada Rasul-Rasul-nya di antaranya Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang tersebut di dalam Taurat.
(http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/2/30)

Di saat prahara melanda, biasanya dengan serta merta api amarah datang menyerbu tanpa ampun... dan... semalam, di antara rasa gundah -dalam menentukan awal Ramadan- dan luapan emosi yang hampir jebol... aku larut dalam dialog tunggal - aku dan diriku- tiada engkau dan tiada mereka, hanya aku dan diriku...seperti memutar film flashback, aku kuatkan hatiku untuk melangkah lebih pasti, bahwa ini adalah jalanku yang telah dipilihkan Allah, mungkin langkah ini bukan langkah yang tepat untuk sebagian orang, tapi aku sangat berharap dapat terus mendekatkan Ku pada Nya, menghamparkan ladang ibadahku hanya pada Nya, membulatkan tekadku pada satu takut, yaitu takut kepada Allah, satu tunduk yaitu hanya tunduk kepada Allah... 

Saat tadarus sehabis shubuh pagi tadi... aku terhenyak, seketika airmata ini tak dapat dibendung lg... Surat Albaqarah, ayat ke-40 ini, membuatku tak dapat meneruskan tadarus pg ini, seketika semua membuncah, duh gusti...Laa Ilaaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadz0dzoolimiin...

Terkadang rasa malu menghimpit dada ini, karena sering kali rasa takut itu hinggap begitu saja, takut kepada seseorang, takut akan gunjingan... padahal Allah berfirman bahwa Allah akan memenuhi Janji-Nya, asal kita selalu bersyukur atas nikmat-Nya dan memenuhi janji kita pada Nya, yaitu hanya menyembah pada Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya..."hanya kepada Allah aku harus takut dan tunduk"... Sanggupkan aku istiqomah dalam Iman dan Islam??? ... Insya Allah...

Sunday, 7 July 2013

I WIll Survive !!!


At first I was afraid, I was petrified
Kept thinking I could never live, without you by my side
But then I spent so many nights, thinking how you did me wrong
And I grew strong, And I learned how to get along

And so you're back, from outer space
I just walked in to find you here, with that sad look upon your face
I should have changed that stupid lock
I should have made you leave your key
If I had known for just one second, you'd be back to bother me

Go on now go walk out the door
Just turn around now, 'cause you're not welcome anymore
Weren't you the one who tried to hurt me with goodbye
Did you think I'd crumble
Did you think I'd lay down and die
Oh no, not I... I will survive
Oh as long as i know how to love
I know I'll stay alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
and I'll survive... I will survive (hey hey)

It took all the strength I had... not to fall apart
Kept trying hard to mend... the pieces of my broken heart
and I spent oh so many nights... just feeling sorry for myself
I used to cry... But now I hold my head up high

And you see me... somebody new
I'm not that chained up little girl who's still in love with you
and so you felt like dropping in...
and just expect me to be free
But now I'm saving all my loving...for someone who's loving me

Go on now go walk out the door
Just turn around now, 'cause you're not welcome anymore
Weren't you the one who tried to break me with goodbye
Did you think I'd crumble
Did you think I'd lay down and die
Oh no, not I... I will survive
Oh as long as i know how to love
I know I'll stay alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
and I'll survive... I will survive (oh)

Go on now go, walk out the door
Just turn around now, 'cause you're not welcome anymore
Weren't you the one who tried to break me with goodbye
Did you think I'd crumble
Did you think I'd lay down and die
Oh no, not I... I will survive
Oh as long as i know how to love
I know I'll stay alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
and I'll survive... I will survive
I will survive...!


*Sejak pertama kali denger lagi ini, saat aku masih muda belia, pengen banget bisa nyanyi loudly and proudly seperti Gloria Gaynor... hihihihi... tapi sampai saat ini, masih aja seperti orang dikejar maling ayam... terengah-engah dan tergagap-gagap... hehehe... Ingat zaman semono, saat semuanya luluh lantah, namun tetap ingin terus berdiri tegar... Semoga selalu dapat mensyukuri segala nikmat Allah yang berlimpah dan tak pernah ada habisnya... Alhamdulillah...*