Sunday, 27 January 2013

Cinta Sejati (OST Habibie & Ainun)


Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati


*** My light and my heart ***
Bersyukur dan jalani yang dapat dilaksanakan... 
Selebihnya... serahkan pada Ilahi Rabbi.
 

Sunday, 13 January 2013

Tangis Bahagia...


Jarum panjang di dinding terus bergerak... Angka 12 pun terlewati...

Alhamdulillah... Terima kasih ya Allahu Rabbi, atas nikmat yang tak terkira pada diri yang tak pernah mampu bersyukur dengan khusyu'...
Kehangatan menyeruak... menyelimuti dada... seiring air yang menyerombol begitu saja dari sudut mata ini...

Subhanallah, sinar mentari yang belum munculpun, seakan mampu menyemangati jiwa ini, untuk bercerita pada dunia bahwa hari ini adalah hari terindah untuk berkata: "Selamat jalan anakku,  jadilah pemimpin yang amanah, yang istiqomah berpijak pada ridla Allah..."

Anakku... Langkahku terasa semakin lamban, seperti saat aku pertama kali mengajari engkau belajar berjalan. Tertatih-tatih namun tetap penuh harap, agar engkau tidak terjatuh dan terluka... Kini aku tak dapat lagi menyamai langkah tegapmu, aku tak dapat lagi berlari menangkapmu...

Maafkan ibumu sayang... Teruslah berlari, jangan pernah menengok ke belakang, karena aku akan tetap ada untukmu... walau hanya dalam doa.... Karena aku tahu pasti, Allah akan menjagamu, dalam mengaruhi bahtera kehidupan yang kau pilih dan Allah pilihkan untukmu...

Kata yang ada... sebanyak butiran pasir di pantai pun, tak akan dapat menggambarkan perasaanku saat ini... Biarkan tangis bahagiaku dan hatiku yang berkata "How much I love you my beloved son, Akhmad Suryonurafif"...
Just feel it with your heart sayang...
Feel it, sebagaimana kucurahkan darahku pada dirimu saat kau berada di dalam rahimku...
Feel it, sebagaimana kuberikan air susuku saat engkau merajuk dalam pelukku...
Feel it, sebagaimana kualunkan suara lirihku saat menidurkanmu dengan penuh doa...

Doa ibu lah yang akan selalu menyertai dalam setiap nafas dan langkahmu...

*Harus kusudahi tulisan ini, karena aku tak ingin esok pagi hadir dengan mata lebam. Aku ingin tampil tegar dan cantik di mata anakku. Aku ingin terus membanjiri anakku dengan kebahagiaan dan doa, dengan kasih yang tak ingin berbalik. I love you sweetheart... Doakan bapak, yang juga tersenyum di sana, yang juga mengantar mas Afif menuju kebahagiaan lahir dan batin, yang juga berdoa untuk mas Afif dalam mencapai kemaslahatan dunia akhirat... Allahumaghfirlahu, warhamhu, waafihi, wa'fuanhu... Aamiin YRA*