Saat pertama mencoba mengerti kalimat yang aku ciptakan sendiri, tetap mengalami kebebalan otak yang seakan tidak akan pernah bisa menelan dengan baik kalimat "sakit itu indah"... Bukan hal yang mudah untuk tidak mengeluarkan kata dan kalimat saat rasa sakit itu menampakkan diri. Namun, tidak mengeluh itu janji yang aku ucapkan pada diri ini, saat menyadari bahwa "I will live with these things forever", dan aku tak akan menampakkan apa yang ada bila memang tidak layak untuk ditampakkan...*walau kadang aku tetap gagal, karena rasa sakit yang mendera, ternyata sangat sayang pada diri ini, seakan tak rela untuk melepaskan diriku tanpanya, walau hanya sekejap"...
Bermunajat pada sang pemberi rasa, berdialog dengan jiwa dan raga, bermeditasi dalam situasi dan kondisi apapun, seakan menjadi teman pendampingku, yang terus berusaha menyibukkan diri dengan segala macam urusan keduniawianku... Terkadang, rasa lelah datang menyapa, usaha untuk ramah dan tersenyumpun menjadi nol besar... Huh... pada keadaan seperti ini, I know, I'm loosing again...
Susah untuk kuungkapkan betapa semua rasa ini mengaburkan arah hidupku yang kian renta...
Senang-susah, gembira-sedih, sabar-amarah "katanya" adalah pilihan... Aaargghhhh... Maafkan untuk kealpaanku selama ini, sehingga amarah, sedih dan susah kerap menghiasi raut carut marut wajah ini...
But, I believe, sehat dan sakit adalah anugrah... yang selayaknya disyukuri... (maafkan aku ya Allah, bila aku kerap alpa, masukkanlah aku pada kelompok orang yang selalu bersyukur, aamiin YRA)... Alhamdulillah, ya Allah... Apapun yang terjadi, kuingin dapat menjadi teman yang baik untuk anugrah-Mu... kalau menurut WHO sih, sehat atau sakit itu harus meliputi sisi fisik, jiwa dan sosial... so anything "U and u" give to me akan menjadi sesuatu yang indah... sehingga -kuharapkan- dengan mudah hidup ini dapat kulalui dengan indah hingga waktuku kelak,,,
Berteman dengan rasa sakit... rasa sakit yang indah...
Thank you for the chance... but I have to survive...
and I know, I will survive -seperti lagu- I will survive...
*Saat bermunajat, berdialog dan bermeditasi merenda segala rasa yang berkecamuk dalam jiwa dan raga ini... Sakit itu indah, kuingin dapat berteman dengannya, bila kuharus hidup dengannya... Terimakasih ya Allahu Rabbi...aku merindukan Mu dan mu*