
Pelajaran terpenting dalam beberapa hari terakhir ini bahwa keberhasilan menuangkan pikiran dalam bentuk apapun tidak lepas dari kuasa Allah semata, yang harus disyukuri sebagai talenta yang selayaknya digunakan untuk beribadah kepada Nya. Adalah di luar kemampuan kita untuk mengendalikan pikiran di luar diri sendiri, karena setiap jiwa dapat memaknai dalam versi pikiran masing-masing, yang selalu dapat memperluas wacana... karena perbedaan adalah rahmat... yang selayaknya ditanggapi dengan mata hati yang arif... *semoga*...
***Masjid Agung Palembang, April 22, 2009***
Wallahualam bish-shawab... Kalau ada kebaikan tentunya hanya berasal dari Sang Empunya Hidup, namun bila ada keburukan sudah dapat dipastikan datang dari manusia dengan hati yang mudah berbolak-balik... Semoga Allah mengampuni diri yang selalu merindukan kembali ke pangkuan-Nya...
***Saat duduk dalam hening, menatap wajah-wajah mungil innocent di hadapanku... Subhanallah... Ya Allah, ampuni kami dan masukkan kami dalam golongan yang selalu mensyukuri nikmat-Mu yang berlimpah ini, Amin..., Gejayan, April 26, 2009***








