Dinihari ini kembali, maha-rencanaNYA terulang lagi... *aku tidak percaya ini suatu kebetulan atau kebetulan yang lain... kebetulan hanyalah takaran manusia, krn sejatinya, semua yang terjadi adalah rencana besarNYA*... Siapa nyana, saat kunyalakan radio... *sambil mengemudikan my lovely blue car pulang*… channel scanner berhenti pada satu lagu yang mengharu-birukan rinduku pada DIA, yang menjelmakan cintaNYA pada dirimu… Sungguh !!!
Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
KepadamuTerkenang hari yang telah berlalu, yang memojokkan ku untuk membuka semua album jingga, yang tak pernah terbukukan…. Dan... malam ini, entah malam keberapa, aku kembali salah menuliskan angka di belakang bulan dan tahun… Subhanallah… Begitu cepat waktu berlalu… “Detty, hari ini adalah hari ke 62 di tahun 2009, kenapa juga masih menulis angka satu tahun lebih muda”… Ah, ternyata aku tak pernah bisa menyamakan langkahku dengan irama larinya waktu… What have you done so far? Cukupkah bekal itu!… Arrrgghh !!!
Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepaskuKeyakinan akan apa yang tumbuh dalam diri ini membuatku teguh pada suatu komitmen diri, yang cukup kuat untukku menyandarkan jiwa dan raga ini padaNYA… Semata !!!
Aku tak perlu menampakkannya padamu atau siapapun, karena semua itu ada di dalam sanubari ini, yang tak perlu seorangpun tahu pada siapa janji hati ini tertuju…karena ini hanya milikNYA….Semata!!!
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Am I perfectionist?.... Pertanyaan ironi yang tak memerlukan jawaban krn memang begitulah adanya… tapi hanya orang bodoh yang memanggil dirinya sempurna… Lihatlah caruk-maruk diri ini, yang kadang hanya untuk membela sebuah harga diri yang tak layak dipertahankan… Mengapa pula seringkali aku lupa bahwa keindahan kasat mata itu hanya semu… Dan, kebahagiaan sejati hanya diperuntukkan insan yang merindukanNYA, dalam peluh kerinduan dan tangis kealpaan diri…. Haru !!!
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepaskuYa… dunia ini terus berputar, seiring dengan umur yang juga kian menepi, krn tak mampu lagi mengikuti geliat hidup yang makin kelam… Menepi bukan untuk mengalah, ini bukanlah medan pertempuran hati... tidak ada menang atau kalah… Menepi untuk terus memberi kemuliaan hati… Menepi untuk menjaga kekasih jiwa dalam mereguk surga yang didamba… Semoga !!!
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa laluKuingin dapat menerima hidup apa adanya, sebagaimana dunia menerimaku apa adanya... Dunia yang tidak menolakku, saat aku mengeluarkan tangis pertama di dunia ini, yang konon menjadi nyanyian suci ayah bunda... Dunia yang tak pernah mengeluh saat aku mengeluarkan tangisan demi tangisan... yang ternyata tak pernah usai... tangisan yang terkadang dilumuri darah hitam legam dan merah bersinar, yang melukiskan luka lama yang mendera dan luka baru menyayat.... Ya...I hope, you have the same wishes... as I do... Always!!!
Saat indah... bersama... berkata... Aku mau!!!
Alhamdulillah ya Habibi Kekasih Sejati… lagu ini menghilang seiring dengan dibukakannya pintu pagar kedamaian… yang ingin kumasuki segera… dengan penuh rindu yang mencekam… segenap jiwa !!!
***Terima kasih Once yang udah nyanyiin “Aku Mau” sepanjang perjalanan pulang dinihari ini… Terimakasih sang penyiar, entah dari radio apa dan frekuensi berapa, yang telah mengumandangkan lagu yang tak pernah aku pesan… Aku ingin tidur dalam rengkuhan kehidupan abadi, yang kuyakini akan mempertemukan aku dengan kekasih jiwa… entah di mana…entah kapan***