Tuesday, 24 March 2009

Full Stop...

.
....
.......
..........
.............
................
...................
......................
.........................
............................
...............................
..................................
.....................................
........................................
...........................................
.


***When everything is so weird... (full stop)... so confused... (full stop)... so bored... (full stop)... so tired... (full stop)...***
***Don't try to understand this posting... not even read between the line... the only thing I know this time being is (full stop)... Just need a (full stop)... the complete (full stop)...***

Sunday, 22 March 2009

Saat Terakhir...

***Saat luruh dalam rasa... namun teguh dalam doa... Makasih cah ayu, mbak Anis dan dik Alya, dah nyanyiin lagu yang ternyata kemudian jadi lagu kebangsaan ibu saat ini... Tapi emang bener, versi mbak Anis dan dik Alya lebih indah drpd aslinya yang dibawakan ST12... *Anak siapa dulu yang nyanyi ya*... Hehehe...***

Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikit pun ku menyangka
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

Begitu sulit ku menyangkal
Begitu sakit ku rasakan
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

Di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh ku tak sanggup ini terjadi karna ku sangat cinta

**Ini lah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih

Satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

Satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

Di nantiku...

repeat **

Satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

Satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

***Mas Afif dan mas Huda sampai bosen dengerin lagu ini yang diulang2 sepanjang perjalanan Yogya-Klaten siang tadi... Maaf ya sayang, kupingnya keganggu... Ibu lagi mellow nih... Really, need big hug... ***

Tuesday, 17 March 2009

eL...

.....
Lesu...
Letih...
Lelah...
Lemah...
Lemes...
Lunglai...
Linglung...
Lolong...
Lamban
Lambat...
Lelet...
.....
Lupa... apa lagi ya?
.....
Lieur deh...
.....

Monday, 16 March 2009

Kembali...



Merapi menampakkan indahnya pagi ini...
Walau kaki diselimuti awan putih berarak...
Mengumbar senyum dalam semburan asap kelabu...
Harap kekasih hadir kembali...

***Saat kerinduan merajam jiwa dan raga... Gejayan, 20090316, 07.42 am***

Friday, 13 March 2009

Meredam...

...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
..........................................................meredam rasa
................................................dalam keheningan alam
...................................................dan kebeningan jiwa
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................

***Saat lenyap dalam lautan titik tak bertepi.....
***Sardjito, March 13, 2009; 13.20pm.....

Thursday, 12 March 2009

Senandung Rindu...

Kematian...
Sebagian orang mengatakan mengerikan,
aku belum siap menghadapi kematian...
Sebagian lain mengatakan tidak,
aku masih ingin hidup seribu tahun lagi...

Kematian...
Bagiku ini adalah penantian hidup yang hakiki,
saat nyawa teregang dari raga...
Ambillah ia jika itu ridla MU,
hari ini, jam ini, menit ini, detik ini...

Kematian...
Persahabatan yang kudamba...
Yang mendekatkanku pada Kekasih Abadi...
Pilahan Jiwa yang kurindu...
Selalu....

Dan...
Hanya satu kalimat saja,
yang ingin kutuliskan pada akhir tulisan ini....

Ku ingin jumpa kekasih jiwa dalam senandung rindu malam ini,
hanya pada MU....

Wednesday, 11 March 2009

Bertasbih....

Di selubung awan gelap...
Bulan itu dengan lembut, tetap memendarkan cahaya purnamanya...
Andai aku diciptakan menjadi bulan...
Tentu aku akan bersahabat dengan awan...
Agar tetap ada untuk MU dan mu...
Bertasbih bersama, dalam irama putaran alam yang indah...

Namun, keberadaanku inipun selalu kusyukuri...
Aku bahagia... karena tanpa menjadi bulanpun...
Aku tetap ada untuk MU dan mu...
Dalam gelapnya malam maupun terangnya siang...
Selalu...
Merunduk...
Meredam kerinduan yang kian mendera...

Subhanallah...
Walhamdulillah...
Walaa Ilaaha Illallahu...
Wallaahu Akbar...

***Saat purnama berselubung awan; Happyland, March 8, 2009, 23.35pm***

Wednesday, 4 March 2009

Metamorfosis....


***Ulun Sentanu, March 1, 2009***
***Makasih buat Sonny yang udah susah payah memboyong sang ulat ke rumah***


Andai aku punya botol ajaib seperti Jinny
Aku ingin... berubah...
Menjadi...

Andai aku punya lampu ajaib seperti Aladin
Aku ingin... berubah...
Menjadi...

Andai aku punya tongkat ajaib seperti Nirmala
Aku ingin... berubah...
Menjadi...

Tuhan... boleh kan aku berkhayal....
Aku cuma ingin jadi ulat aja kok...
Bisa gak yah...
Hitam juga gak papa...
Yang suka makan daun pepohonan perdu kesayangan ibu...
Yang kemudian suka dicari sama mbok Tun untuk dibinasakan...
(...tapi aku gak takut...)
(...karena aku sudah mempelajari caranya sembunyi kok...)

Ya...aku ingin jadi ulat bulu yang berwarna hitam...

Asal aku bisa berubah...
Jadi kupu-kupu...
Yang hidup sekali...
Tapi berguna...
Walau cuma sekali...
Membantu putik bunga bertemu dengan sari bunga...
Kemudian....
Mati....

Tuesday, 3 March 2009

Aku Mau...

Dinihari ini kembali, maha-rencanaNYA terulang lagi... *aku tidak percaya ini suatu kebetulan atau kebetulan yang lain... kebetulan hanyalah takaran manusia, krn sejatinya, semua yang terjadi adalah rencana besarNYA*... Siapa nyana, saat kunyalakan radio... *sambil mengemudikan my lovely blue car pulang*… channel scanner berhenti pada satu lagu yang mengharu-birukan rinduku pada DIA, yang menjelmakan cintaNYA pada dirimu… Sungguh !!!

Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu


Terkenang hari yang telah berlalu, yang memojokkan ku untuk membuka semua album jingga, yang tak pernah terbukukan…. Dan... malam ini, entah malam keberapa, aku kembali salah menuliskan angka di belakang bulan dan tahun… Subhanallah… Begitu cepat waktu berlalu… “Detty, hari ini adalah hari ke 62 di tahun 2009, kenapa juga masih menulis angka satu tahun lebih muda”… Ah, ternyata aku tak pernah bisa menyamakan langkahku dengan irama larinya waktu… What have you done so far? Cukupkah bekal itu!… Arrrgghh !!!

Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku


Keyakinan akan apa yang tumbuh dalam diri ini membuatku teguh pada suatu komitmen diri, yang cukup kuat untukku menyandarkan jiwa dan raga ini padaNYA… Semata !!!
Aku tak perlu menampakkannya padamu atau siapapun, karena semua itu ada di dalam sanubari ini, yang tak perlu seorangpun tahu pada siapa janji hati ini tertuju…karena ini hanya milikNYA….Semata!!!

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada

Am I perfectionist?.... Pertanyaan ironi yang tak memerlukan jawaban krn memang begitulah adanya… tapi hanya orang bodoh yang memanggil dirinya sempurna… Lihatlah caruk-maruk diri ini, yang kadang hanya untuk membela sebuah harga diri yang tak layak dipertahankan… Mengapa pula seringkali aku lupa bahwa keindahan kasat mata itu hanya semu… Dan, kebahagiaan sejati hanya diperuntukkan insan yang merindukanNYA, dalam peluh kerinduan dan tangis kealpaan diri…. Haru !!!

Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku


Ya… dunia ini terus berputar, seiring dengan umur yang juga kian menepi, krn tak mampu lagi mengikuti geliat hidup yang makin kelam… Menepi bukan untuk mengalah, ini bukanlah medan pertempuran hati... tidak ada menang atau kalah… Menepi untuk terus memberi kemuliaan hati… Menepi untuk menjaga kekasih jiwa dalam mereguk surga yang didamba… Semoga !!!

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu


Kuingin dapat menerima hidup apa adanya, sebagaimana dunia menerimaku apa adanya... Dunia yang tidak menolakku, saat aku mengeluarkan tangis pertama di dunia ini, yang konon menjadi nyanyian suci ayah bunda... Dunia yang tak pernah mengeluh saat aku mengeluarkan tangisan demi tangisan... yang ternyata tak pernah usai... tangisan yang terkadang dilumuri darah hitam legam dan merah bersinar, yang melukiskan luka lama yang mendera dan luka baru menyayat.... Ya...I hope, you have the same wishes... as I do... Always!!!

Saat indah... bersama... berkata... Aku mau!!!

Alhamdulillah ya Habibi Kekasih Sejati… lagu ini menghilang seiring dengan dibukakannya pintu pagar kedamaian… yang ingin kumasuki segera… dengan penuh rindu yang mencekam… segenap jiwa !!!

***Terima kasih Once yang udah nyanyiin “Aku Mau” sepanjang perjalanan pulang dinihari ini… Terimakasih sang penyiar, entah dari radio apa dan frekuensi berapa, yang telah mengumandangkan lagu yang tak pernah aku pesan… Aku ingin tidur dalam rengkuhan kehidupan abadi, yang kuyakini akan mempertemukan aku dengan kekasih jiwa… entah di mana…entah kapan***