Dalam keseharianku, lately, aku sangat menikmati hari2 yang terisi dengan kegiatan yang dapat melarutkan jiwa dan raga ini… Sehingga tidak ada lagi space yang terluang untuk memikirkan hal2 lain, di luar pekerjaan yang tengah aku lakukan, meski itu mengenai diriku sendiri… Apakah itu suatu mekanisme pertahanan hidup atau suatu pelarian, aku juga gak ngerti, but, I do enjoy in keeping my mind and body busy, always… Sampai akhirnya, suatu hari di awal bulan Juli 2008, one of my best friend gave me a book entitled “A minute of margin”… So nice…He said to me: “Nong, baca deh… Mungkin berguna buat kehidupanmu yang buat aku sungguh luar biasa, aku gak pernah bisa membayangkan ritme hidupmu seperti ini, sampai kapan kamu kuat? Kamu sudah mengabaikan hak tubuhmu sendiri”… Di hari-hari yang lain, my close friends who always accompanying me all the time [by heart], remind me again n again… Badan punya batas, kebutuhan tidur, makan dan minum harus tercukupi… Apa yang kamu rasakan adalah signal bahwa you need a good rest…
Well… I should tell u a little bit about my life… Telah 3 tahun ini kegiatanku semakin bertambah, gradually, terutama yang berkaitan dengan keahlian yg dititipkan Allah pd diri ini [krn sebelum ini, aku gak pernah punya private practice]… Aku merasa hidupku fine2 aja, n aku selalu bersyukur pada Allah SWT karena selalu diberi kemudahan demi kemudahan dalam menjalani hidup ini… Keseimbangan rehat dan kerjapun seakan bukan menjadi masalah yang besar buatku… Aku berusaha menata hidup untuk lebih sehat, mengaji, beryoga, meditasi, makan yang seimbang [even I’m a lacto-ovo vegetarian]… Namun, yang ada kata orang2 di sekitarku [yang *thanks god* always pay attention on me] aku terlalu ngoyo dalam bekerja… Sebenarnya aku gak pernah berpikir untuk ngoyo apalagi bertarget untuk meraih sesuatu…
Let me tell you sweetheart, pertama, aku termasuk orang yang tidak bisa berkata tidak pada orang yang datang padaku… Siapapun itu, perorangan atau organisasi, terlebih bila itu pasien yang membutuhkan pertolonganku… naluriku sebagai tenaga medis, membawa aku pada titik ini, dimana kepentingan pasien berada diatas kepentingan pribadi… bukan muluk2, tapi mungkin the basic instinct inside yang bermain… Ke-dua, aku senang sibuk, aku senang bekerja… apalagi yang langsung berdampak pada orang yang membutuhkan, entah itu pasien, mahasiswa, teman, di kantor maupun di luar kantor… apalagi kalau dah urusan anak… Wah, aku emang suka lupa pada kebutuhan diri ini… Jadi ya memang aku tampak kerja terus menerus, dari bangun sampai bangun lagi… Dan, masih banyak alasan lain, ketiga dan keempat serta ke- ke- ke- berikutnya… but… I don’t wanna argue with u… I realized that beberapa kali I can’t control my body any longer… emosi, irrasional thought lebih jalan dibanding akal sehat… Sehingga malah membuat kabur makna kerja yang aku lakukan… Melawan alam? Sebenarnya gak juga… but, mungkin terkesan begitu, karena aku tampak denied kebutuhan untuk rehat…. Deny rehat? Sebenarnya ya gak juga, kalau aku gak ngantuk mana mungkin aku bisa tidur, kalau aku gak lapar mana mungkin aku bisa memasukkan makanan dalam mulutku…
But most of all, I believe, alam punya aturan sendiri, yang telah diciptakan Allah sedemikian sempurna, sehingga tak ada suatu mahlukpun yang dapat membantahnya…. Ya seharusnya aku tinggal mengikuti arus kehidupan ini dengan tetap berpegang teguh pada iman dan islam… Ya Allah Ampuni aku yang khilaf ini…. Dan, sampai suatu saat… aku tak mampu berkata2 lagi mendengar kalimat: “Muka kamu tirus, seperti orang menderita. Aku gak mau kamu sakit, kamu harus harus sehat untuk orang2 yang mencintai kamu”.... Ya, Allah, apakah aku tergolong orang yang suka menganiayai diri sendiri? Apakah aku orang yang lupa akan garis alam yang sudah ditorehkan oleh Mu, Astaghfirullahal’adzim… Aku sadar bahwa selama ini I try to find ketenangan batin dengan menyibukkan diri dalam kehidupan, yang akhirnya tanpa aku sadari malah semakin menjauhkanku dari ketenangan yang sedang aku cari… Harusnya aku bisa lebih pasrah… sumarah… karena Allah tidak pernah memberi sesuatu di luar kemampuan manusia…
Hari ini… banyak pelajaran yang aku dapat hanya dari mencermati my daily life... Aku tidak mau kehilangan kesempatan sedikitpun, beribadah dan bersyukur, bersama orang2 yang aku cintai, my beloved children, family and you… I love all of you… and I’m listening to you, sweetheart …
***Maghrib at Gejayan, while trying to re-format my lifestyle; Dec 12, 2008***